Automasi penyortiran pada sistem konveyor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sensor mengenali material, tetapi juga oleh sinkronisasi laju transportasi benda, respons aktuator, logika PLC, dan informasi yang disajikan melalui HMI. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun simulator konveyor penyortir logam dan non-logam berbasis PLC, mengimplementasikan sensor induktif dan kapasitif, mengintegrasikan HMI sebagai sarana monitoring dan pengendalian, serta menguji performa penyortiran otomatis. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimental melalui perancangan perangkat keras, pemrograman PLC Omron CP1H, pemetaan I/O dan register HMI, serta pengujian variasi tegangan PWM pada motor konveyor dan aktuator JGY-370. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tegangan konveyor dari 3 V menjadi 10 V menurunkan waktu tempuh benda logam dari 7,34 s menjadi 2,05 s dan benda non-logam dari 9,85 s menjadi 2,94 s. Pada pengujian aktuator, tegangan 6 V menghasilkan akurasi 100% untuk kedua jenis material dengan waktu siklus 0,84 s untuk logam dan 0,79 s untuk non-logam. Tegangan 8-10 V mempercepat siklus, tetapi menurunkan akurasi akibat gerakan pendorong yang terlalu agresif. Kombinasi terbaik diperoleh pada konveyor 10 V (37,5 RPM teoritis) dan aktuator 6 V. Temuan utama penelitian adalah bahwa setpoint optimal tidak identik antar-subsystem; pemisahan pengaturan kecepatan konveyor dan aktuator menjadi kunci untuk memperoleh proses penyortiran yang cepat sekaligus akurat.
Copyrights © 2026