Artikel ini membahas respons M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang diklaim kontradiktif oleh Syed Kamran Mirza. Permasalahan utama penelitian ini adalah bentuk kritik dan klaim kontradiksi yang diajukan Mirza serta bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab menjawab klaim tersebut. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan pola kritik Mirza dan menganalisis respons tafsir M. Quraish Shihab secara komprehensif. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik content analysis. Sumber data utama meliputi Al-Qur’an dan terjemahannya serta Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Kerangka teoritik yang digunakan adalah pendekatan tafsir linguistik, kontekstual, dan tematik sebagaimana diterapkan oleh M. Quraish Shihab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa klaim kontradiksi Mirza mencakup kontradiksi numerik penciptaan langit dan bumi dalam QS. Fussilat [41]: 9–12 dengan QS. Hud [11]: 7, kontradiksi ilmiah dalam kisah Ḏulqarnain pada QS. Al-Kahf [18]: 86 dan 90, serta kontradiksi tematik antara kebebasan beragama (QS. Al-Baqarah [2]: 256) dan ayat perang (QS. At-Taubah [9]: 5). M. Quraish Shihab menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar karena ayat-ayat tersebut dapat dipahami secara harmonis melalui analisis kebahasaan, pemaknaan majazi, serta konteks historis dan etis, sehingga tidak menunjukkan adanya kontradiksi internal dalam Al-Qur’an
Copyrights © 2026