Fifth-grade students' fraction learning outcomes remain low because fractions are abstract, whereas students operate at a concrete stage. Passive lecture methods and limited instructional media exacerbate this gap. Thus, an approach aligning with students' cognitive development is needed to bridge abstract concepts with concrete experiences. This study aimed to improve learning outcomes in adding and subtracting fractions with different denominators using differentiated Problem-Based Learning (PBL) supported by Multiplication and Butterfly Boards. Following the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research model over two cycles, the study involved 11 fifth-grade students at SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta. The study analyzed data collected through tests, observations, and documentation quantitatively and qualitatively. Results showed the average score increased from 19.27 (pre-cycle) to 67.81 (Cycle I) and 93.73 (Cycle II). Classical mastery rose from 0% to 45.4%, reaching 100% in Cycle II. The average N-Gain score of 0.92 fell into the high category. These findings show that differentiated PBL supported by manipulative media effectively improves students' learning outcomes in fraction operations. This study implies that combining differentiated learning with manipulative media fosters active student engagement in mathematics. Abstrak Hasil belajar pecahan siswa kelas lima masih rendah karena pecahan bersifat abstrak, sedangkan siswa masih berada pada tahap konkret. Metode ceramah pasif dan media pembelajaran yang terbatas semakin memperparah kesenjangan ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang selaras dengan perkembangan kognitif siswa untuk menjembatani konsep abstrak dengan pengalaman konkret. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dalam penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) yang terdiferensiasi, didukung oleh Papan Perkalian dan Papan Kupu-kupu. Dengan mengikuti model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, penelitian ini melibatkan 11 siswa kelas lima di SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 19,27 (pra-siklus) menjadi 67,81 (Siklus I) dan 93,73 (Siklus II). Tingkat penguasaan klasik meningkat dari 0% menjadi 45,4% dan mencapai 100% pada Siklus II. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,92 termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL yang terdiferensiasi dan didukung oleh media manipulatif secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam operasi pecahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan pembelajaran terdiferensiasi dengan media manipulatif mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Matematika. Kata Kunci: hasil belajar; media manipulatif; pecahan; pembelajaran berbasis masalah; pembelajaran berdiferensiasi
Copyrights © 2026