Lahan gambut merupakan salah satu lahan suboptimal yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman padi, namun dihadapkan pada kendala kemasaman tinggi, keracunan besi (Fe) dan aluminium (Al), serta genangan air serta minimnya pendampingan teknis. Pemilihan bibit padi yang tepat menjadi faktor penting untuk memperoleh produktivitas yang optimal, tetapi petani sering mengalami kesulitan menentukan varietas yang paling sesuai karena banyaknya alternatif dan kriteria yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan membangun model sistem pendukung keputusan (SPK) untuk pemilihan bibit unggul padi lahan gambut menggunakan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART). Metode SMART dipilih karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan bobot pada setiap kriteria serta menghasilkan perangkingan alternatif yang objektif. Enam kriteria digunakan, yaitu potensi hasil, umur tanaman, toleransi keracunan Fe/Al, toleransi rendaman, ketahanan hama dan penyakit, serta kualitas nasi. Lima varietas Inpara (Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 8 Agritan, dan Inpara 9 Agritan) dijadikan alternatif. Hasil perhitungan menunjukkan Inpara 9 Agritan memperoleh nilai akhir tertinggi sebesar 65,00 dan menempati peringkat pertama, diikuti Inpara 2 (54,33) dan Inpara 8 Agritan (45,52). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SMART dapat diterapkan untuk membantu petani dan penyuluh dalam menentukan bibit unggul padi yang paling adaptif terhadap kondisi lahan gambut secara cepat, objektif, dan terukur.
Copyrights © 2026