Pembangunan rumah hunian tipe 136/120 di kawasan OCBD Bogor menghadapi variasi kondisi tanah yang memengaruhi pemilihan jenis pondasi dan berdampak pada waktu serta biaya pelaksanaan proyek. Pada area dengan daya dukung tanah rendah digunakan pondasi bore pile, sedangkan pada area dengan kondisi tanah relatif lebih baik digunakan pondasi mini pile. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan waktu pelaksanaan serta biaya pekerjaan kedua jenis pondasi sebagai dasar pemilihan metode yang lebih efisien. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan data primer berupa spesifikasi teknis, kondisi lapangan, dan metode kerja, serta data sekunder berupa Analisis Harga Satuan Pekerjaan 2022, Rencana Anggaran Biaya, jadwal pelaksanaan, Bar Chart, Kurva S, dan Boring Log. Analisis dilakukan terhadap volume pekerjaan, harga satuan, total biaya, durasi, produktivitas, dan faktor penyebab perbedaan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondasi bore pile berdiameter 30 cm dengan kedalaman 6 m memerlukan waktu 30 hari kerja dengan biaya Rp79.010.657,00, sedangkan pondasi mini pile berukuran 20 x 20 cm dengan kedalaman 6 m memerlukan waktu 14 hari kerja dengan biaya Rp52.563.280,00. Penggunaan mini pile memberikan efisiensi waktu 16 hari atau 53,3% dan penghematan biaya Rp26.447.377,00 atau 33,5%. Dengan demikian, mini pile lebih efisien untuk lokasi dengan daya dukung tanah memadai dan akses alat yang sesuai, sedangkan bore pile tetap relevan pada kondisi tanah lunak, ruang kerja terbatas, atau lingkungan yang sensitif terhadap getaran dan kebisingan.
Copyrights © 2026