Perempuan buruh batu apung di Desa Geres Lauq, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, merupakan bagian dari pekerja sektor informal yang ikut menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Aktivitas mereka tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga dengan tanggung jawab rumah tangga dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan merancang film dokumenter “Tumpuan Hidup di Batu Terapung” sebagai media informasi, edukasi, dan dokumentasi yang menampilkan pengalaman perempuan buruh secara lebih dekat serta melestarikan realitas kehidupan masyarakat lokal secara faktual di daerah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perancangan pipeline. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan studi pustaka. Tahapan perancangan meliputi pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pra-produksi mencakup riset, penentuan narasumber, perumusan pesan, konsep visual dan audio, penyusunan alur, serta persiapan teknis. Produksi dilakukan melalui wawancara, pengambilan gambar observasional, B-roll, dan perekaman suara lingkungan. Pasca-produksi meliputi seleksi footage, penyusunan cerita, penyuntingan gambar dan suara, koreksi warna, penambahan musik, teks, serta finalisasi. Hasil perancangan berupa film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit yang menyajikan aktivitas kerja, tantangan, peran ganda, dan kontribusi perempuan terhadap ekonomi keluarga dengan pendekatan natural dan realistis. Film ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan realitas sosial perempuan buruh batu apung dan mendorong apresiasi terhadap pekerjaan sektor informal.
Copyrights © 2026