Kualitas laba merupakan indikator penting dalam menilai keandalan informasi keuangan dan kinerja ekonomi perusahaan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Investment Opportunity Set (IOS), prudence, dan income smoothing terhadap kualitas laba pada perusahaan indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 14 perusahaan dengan periode pengamatan lima tahun dan total 70 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Hasil pemilihan model melalui uji Chow dan uji Hausman menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan model estimasi yang paling sesuai. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa IOS, prudence, dan income smoothing secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Secara parsial, IOS tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba dengan koefisien -0,073249 dan nilai probabilitas 0,0663. Prudence berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 8,998317 dan nilai probabilitas 0,0000, sedangkan income smoothing tidak berpengaruh signifikan dengan koefisien 0,009094 dan nilai probabilitas 0,7894. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,764815 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 76,48% variasi kualitas laba. Temuan ini menegaskan bahwa prudence merupakan variabel yang paling berperan dalam menjelaskan kualitas laba pada sampel yang diamati.
Copyrights © 2026