Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor, termasuk pada lingkungan instansi pendidikan. Di SDIT Al-Mutmainnah, pengawasan dan pengendalian sistem pencahayaan ruang kelas masih dilakukan secara konvensional menggunakan saklar fisik secara manual. Mekanisme ini dinilai kurang efisien serta memiliki risiko tinggi terjadinya kelalaian pemadaman lampu oleh petugas setelah jam kegiatan belajar mengajar berakhir, yang berpotensi memicu pemborosan konsumsi energi listrik secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan menguji aplikasi pengendalian lampu berbasis Android yang terintegrasi dengan jaringan IoT guna memungkinkan pengoperasian saklar jarak jauh secara fleksibel. Metode pengembangan sistem yang diterapkan adalah model Prototype, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem (Quick Design) menggunakan diagram UML, coding, pengujian fungsi, hingga penyerahan sistem. Pengumpulan data lapangan dilakukan melalui observasi lokasi, wawancara bersama pengelola sarana dan prasarana, serta studi kepustakaan. Arsitektur perangkat dibangun dengan memadukan mikrokontroler NodeMCU ESP8266, modul relay 4-channel Active-Low, serta platform Blynk Cloud Server sebagai media komunikasi middleware. Pengujian fungsionalitas sistem menggunakan metode Black-Box Testing menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, di mana aplikasi Android mampu mentransmisikan sinyal kendali secara real-time tanpa adanya kendala korsleting atau delay sinyal yang signifikan. Selain itu, fitur penyimpanan NoSQL Time-Series pada Blynk Cloud berhasil mencatat riwayat pemakaian lampu (digital audit trail) secara presisi. Implementasi sistem ini terbukti mempermudah tata kelola fasilitas sekolah dan meminimalkan pemborosan energi listrik.
Copyrights © 2026