Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas dan leverage terhadap financial distress dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Financial distress dalam penelitian ini diukur menggunakan model Altman Z-Score, sedangkan likuiditas diukur dengan Current Ratio (CR), leverage diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan profitabilitas diukur dengan Return on Asset (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda serta analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Sampel penelitian diperoleh menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 perusahaan. Penelitian ini penting dilakukan mengingat kondisi persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat dan dinamis, sehingga perusahaan dituntut untuk menjaga kinerja keuangan agar terhindar dari potensi financial distress. Selain itu, variabel-variabel keuangan seperti likuiditas, leverage, dan profitabilitas menjadi indikator utama dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, analisis yang komprehensif diperlukan untuk memahami hubungan antar variabel tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Selain itu, profitabilitas terbukti mampu memoderasi hubungan antara likuiditas dan financial distress, namun tidak mampu memoderasi hubungan antara leverage dan financial distress. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan serta bagi investor dalam menilai risiko investasi.
Copyrights © 2026