Pertumbuhan laba ialah salah satu penanda berarti dalam memperhitungkan kinerja serta keberhasilan industri. Keahlian industri dalam tingkatkan laba bisa dipengaruhi oleh keadaan keuangan yang tercermin lewat rasio keuangan. Riset ini bertujuan buat menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), serta Net Profit Margin (NPM) terhadap pertumbuhan laba pada industri subsektor santapan serta minuman yang terdaftar di Bursa Dampak Indonesia periode 2022–2025. Periode riset diseleksi sebab ialah fase pemulihan ekonomi pascapandemi yang diisyarati dengan pergantian keadaan bisnis, kenaikan bayaran operasional, dan fluktuasi kinerja keuangan industri. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif. Ilustrasi riset diperoleh memakai metode purposive sampling dengan jumlah 152 informasi observasi. Informasi riset berbentuk informasi sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan industri. Metode analisis informasi yang digunakan merupakan analisis statistik deskriptif serta regresi linier berganda dengan dorongan SPSS 25. Hasil riset menampilkan kalau secara parsial Current Ratio (CR) serta Debt to Equity Ratio (DER) mempengaruhi negatif signifikan terhadap perkembangan laba. Total Asset Turnover (TATO) tidak mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan laba. Sedangkan itu, Net Profit Margin (NPM) mempengaruhi signifikan terhadap perkembangan laba. Secara simultan, Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), serta Net Profit Margin (NPM) mempengaruhi terhadap pertumbuhan laba. Bersumber pada hasil riset, industri butuh mencermati pengelolaan likuiditas serta struktur modal supaya pemakaian peninggalan serta sumber pendanaan bisa menunjang kenaikan perkembangan laba secara berkepanjangan. Hasil riset ini diharapkan bisa jadi bahan pertimbangan untuk manajemen industri serta investor dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Copyrights © 2026