Konfirmasi eksternal merupakan prosedur audit yang digunakan untuk memperoleh bukti audit secara langsung dari pihak independen. Namun, tidak semua permintaan konfirmasi memperoleh tanggapan sehingga auditor perlu menerapkan prosedur alternatif untuk memperoleh bukti audit yang memadai dan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prosedur alternatif atas non-response confirmation pada audit utang usaha serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Standar Audit (SA) 505. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif pada salah satu penugasan audit yang dilaksanakan oleh KAP SSR. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi terhadap proses audit, termasuk kertas kerja audit, dokumen konfirmasi eksternal, rincian saldo utang usaha, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor menerapkan prosedur alternatif berupa analisis mutasi buku besar utang usaha setelah tidak memperoleh respons atas surat konfirmasi positif yang dikirimkan kepada pemasok. Pengujian kemudian dilanjutkan dengan penelusuran transaksi yang membentuk saldo utang melalui pemeriksaan dokumen pendukung. Evaluasi terhadap SA 505 menunjukkan bahwa penerapan prosedur tersebut dapat dinilai sesuai secara prinsip dengan ketentuan paragraf 12. Meskipun uji mutasi tidak disebutkan secara eksplisit sebagai contoh prosedur alternatif dalam paragraf A18, penerapannya dalam kasus ini dapat dipandang sebagai prosedur alternatif yang disesuaikan dengan kondisi penugasan dan bukti audit yang tersedia. Pengujian tersebut kemudian dilanjutkan dengan penelusuran transaksi ke dokumen pendukung untuk memperoleh bukti yang berkaitan dengan transaksi pembentuk saldo utang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prosedur alternatif dapat digunakan sebagai tindak lanjut atas non-response confirmation untuk memperoleh bukti audit dari sumber lain dalam pengujian utang usaha.
Copyrights © 2026