Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar matematika siswa kelas VB SDN 81/II Muara Bungo, di mana 48,28% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar matematika menggunakan model Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Wayground. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 29 siswa kelas VB. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan adalah peningkatan proses belajar (kategori aktif) dan hasil belajar kognitif (ketuntasan klasikal ≥85%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan Wayground berhasil meningkatkan proses belajar matematika dengan skor observasi aktivitas siswa yang konsisten pada kategori "Sangat Baik" di setiap pertemuan serta capaian skor maksimal pada indikator aktivitas kelompok dan partisipasi turnamen. Pada aspek hasil belajar kognitif, terjadi peningkatan signifikan dari kondisi awal (rata-rata 67,07; ketuntasan 51,72%) menjadi 86,20 (ketuntasan 89,65%) pada Siklus I. Namun pada Siklus II terjadi penurunan menjadi rata-rata 77,93 dengan ketuntasan 82,75%, sehingga tidak mencapai target minimal 85%. Penurunan ini disebabkan oleh cakupan materi yang lebih luas pada posttest Siklus II serta kendala teknis selama pembelajaran. Penelitian dihentikan pada Siklus II karena keterbatasan waktu akhir semester. Dengan demikian, model TGT berbantuan Wayground efektif meningkatkan proses belajar dan menunjukkan dampak positif terhadap hasil belajar, namun secara kuantitatif belum mencapai indikator keberhasilan. Penelitian ini merekomendasikan persiapan teknis lebih matang dan penetapan indikator keberhasilan yang lebih realistis untuk penelitian dengan durasi terbatas.Kata kunci: Proses Belajar, Hasil Belajar, Team Games Tournament, Wayground, Matematika SD..
Copyrights © 2026