Perkembangan layanan financial technology (Fintech) kredit memberi kemudahan akses pembiayaan untuk masyarakat, tetapi penggunaan kredit yang tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik dapat meningkatkan beban utang. Kondisi psikologis dan perilaku keuangan juga berpotensi memengaruhi kemampuan individu dalam mengelola kewajiban utangnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Financial Anxiety, penggunaan Fintech kredit, dan Financial Behavior terhadap Debt-to-Income Ratio pada sivitas akademika berpenghasilan di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data di kumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menerapkan analisis regresi linear berganda dengan berbantuan IBM SPSS Statistics. Hasil temuan memperlihatkan bahwa Financial Anxiety berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio, jadi semakin tinggi kecemasan finansial maka semakin bertambah tingkat Debt-to-Income Ratio. Penggunaan Fintech kredit juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio, sedangkan Financial Behavior berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio. Secara simultan, Financial Anxiety, penggunaan Fintech kredit, dan Financial Behavior berpengaruh signifikan terhadap Debt-to-Income Ratio. Nilai Adjusted R Square sebanyak 0,465 memperlihatkan bahwa ketiga variabel independen dapat menjelaskan 46,5% variasi Debt-to-Income Ratio, sedangkan tersisa 53,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian.
Copyrights © 2026