Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam industri kuliner memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, dan angkringan menjadi salah satu bentuk usaha kuliner tradisional yang masih menjadi pilihan masyarakat di tengah banyaknya usaha kuliner yang ada. Namun, pelaku usaha dituntut untuk beradaptasi dengan melakukan inovasi dan kreativitas agar tetap bisa bersaing di tengah kondisi tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi gambaran umum usaha ini, meliputi operasional dan struktur organisasi, gambaran profitabilitas, kreativitas dan inovasi, tantangan dan hambatan serta strategi mengatasinya, hingga merumuskan pembelajaran dari dinamika perjalanan usaha Angkringan Nyusuu guna memperkuat dan mengembangkan jiwa kewirausahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah pemilik usaha dan dua karyawannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angkringan Nyusuu menerapkan beberapa inovasi dan kreativitas seperti modifikasi konsep tempat, penyediaan hiburan berupa papan dan kartu permainan, pemanfaatan teknologi pembayaran, aplikasi order, dan media sosial sebagai tempat promosi, serta perhatian terhadap tren pasar, sehingga Angkringan Nyusuu masih bisa eksis di tengah usaha serupa di Makassar. Hal tersebut dibuktikan dengan keadaan tempat usaha yang selalu cukup ramai terutama saat akhir pekan, dan omzet bulanannya mencapai 10-30 juta. Meski demikian, usaha ini masih perlu memperhatikan beberapa hal termasuk pelayanan dan transparansi ketersediaan menu setiap harinya.
Copyrights © 2026