Laporan keuangan berfungsi sebagai informasi utama dalam pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kewajaran penyajiannya perlu didukung melalui proses audit yang memadai. Aset tetap menjadi salah satu akun yang berisiko mengalami salah saji material karena memiliki nilai yang signifikan dan berperan penting dalam operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prosedur audit atas aset tetap pada PT RNK, mengevaluasi bukti audit yang diperoleh, serta menilai kesesuaian perlakuan aset tetap dengan standar akuntansi yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur audit telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Audit yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia dan memperoleh bukti audit yang tepat sesuai SA 500. Dalam pelaksanaannya, auditor mengidentifikasi beberapa temuan, antara lain kesalahan klasifikasi software sebagai aset tetap, perbedaan selisih kurang pada perhitungan penyusutan, dan pencatatan beban penyusutan pada aset yang telah habis masa manfaatnya. Atas temuan tersebut, auditor mengusulkan penyesuaian berupa koreksi dan reklasifikasi yang disetujui oleh PT RNK, sehingga penyajian aset tetap menjadi lebih wajar dan sesuai PSAK 216. Dengan demikian, penerapan prosedur audit yang tepat berperan penting dalam mengidentifikasi salah saji dan meningkatkan kualitas serta keandalan laporan keuangan perusahaan.
Copyrights © 2026