Latar belakang: Rumah sakit merupakan organisasi padat karya dan padat kompetensi sehingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus didasarkan pada analisis kebutuhan yang sistematis. Studi kasus berbasis dokumen di RSUD Karawang menunjukkan jumlah pegawai menurun dari 1.099 menjadi 1.075 orang (2024–2025) di tengah beban pelayanan yang meningkat dan Indeks Kepuasan Masyarakat 70% (target 80%). Tujuan: Mensintesis bukti empiris mengenai metode, hasil, dan faktor penentu analisis kebutuhan pengembangan SDM di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, serta merumuskan implikasinya bagi RSUD Karawang. Metode: Systematic literature review mengikuti alur PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada September 2026 melalui PubMed Central, SpringerLink/BMC, PLOS, Google Scholar, dan portal jurnal nasional dengan kata kunci terkait training needs analysis, pengembangan SDM, dan WISN rumah sakit. Kriteria inklusi: artikel 2016–2025, teks lengkap, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan melaporkan data kebutuhan kompetensi atau kebutuhan jumlah tenaga kesehatan. Data disintesis secara naratif-tematik. Hasil: Dari 66 rekaman yang teridentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria (enam studi Indonesia dan enam studi internasional). Lima tema ditemukan: (1) kesenjangan kompetensi yang konsisten antara tingkat kepentingan dan kinerja aktual; (2) prioritas kebutuhan pada kompetensi manajerial, mutu, komunikasi, riset, dan kesehatan digital; (3) kekurangan tenaga berbasis beban kerja dengan rasio WISN 0,7–0,8; (4) hubungan signifikan antara pengembangan SDM dan kinerja tenaga kesehatan; serta (5) ketergantungan keberhasilan analisis kebutuhan pada data kepegawaian, standar beban kerja, dan dukungan anggaran.
Copyrights © 2026