Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas dan proses pembelajaran di MAN 2 Model Medan, khususnya pada kelas X-C, serta mengkajinya berdasarkan perspektif filsafat pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung dan tanya jawab. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Model Medan dengan subjek penelitian meliputi lingkungan sekolah, peserta didik kelas X-C, dan guru sebagai narasumber. Data yang dikumpulkan mencakup kondisi sarana dan prasarana, proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan media digital, keterlibatan peserta didik, serta peran guru dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas sekolah dan lingkungan kelas X-C secara umum tergolong baik dan cukup mendukung kegiatan pembelajaran. Kelas X-C terdiri atas 36 peserta didik, dengan 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Hasil pengamatan menunjukkan sekitar 80% peserta didik aktif mengikuti pembelajaran, sedangkan sekitar 20% peserta didik belum sepenuhnya aktif. Sekolah juga telah memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai pendukung pembelajaran, meskipun penggunaannya tetap membutuhkan kemampuan guru dalam memilih media dan metode yang sesuai dengan materi serta karakteristik peserta didik. Dari perspektif filsafat pendidikan, temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur, yaitu peserta didik, guru, lingkungan, fasilitas, teknologi, pimpinan sekolah, dan tenaga kependidikan. Keterpaduan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk menciptakan proses pendidikan yang mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, dan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Copyrights © 2026