Usaha bengkel las rumahan menghadapi tantangan dari kompetitor sejenis, sehingga kemampuan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan menjadi krusial bagi kelangsungan usaha. Salah satu bengkel las di Desa Sei Rotan dapat memperoleh sekitar 80% dari total pesanan mereka dari konsumen yang berasal dari luar wilayah produksi, khususnya Desa Tembung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan mengapa mayoritas konsumen berasal dari Desa Tembung, strategi pemasaran yang diterapkan bengkel untuk mempertahankan pelanggan setia, serta bentuk persaingan dengan bengkel las lainnya di Desa Sei Rotan dan Desa Tembung. Untuk penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan pemilik bengkel, dan data sekunder diambil dari buku serta jurnal ilmiah yang membahas tentang pemasaran, kualitas produk, pelayanan, dan Word of Mouth. Hasil studi menunjukkan bahwa dominasi pelanggan dari Desa Tembung berhubungan dengan jaringan relasi dan rekomendasi dari pelanggan sebelumnya yang mengintroduksi bengkel kepada pelanggan baru. Pelanggan memilih bengkel berdasarkan kualitas material, metode pengerjaan, kejujuran terkait ketebalan dan harga besi, serta pelayanan yang responsif terhadap permintaan pelanggan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Terdapat lebih banyak pelanggan setia dibandingkan pelanggan baru, dan WhatsApp serta Facebook digunakan sebagai sarana komunikasi tambahan. Pemilik bengkel tidak merasa adanya persaingan yang signifikan dengan bengkel lain, mengikuti tarif pasar, dan menghadapi tantangan berupa peningkatan harga bahan baku. Disimpulkan bahwa kualitas, pelayanan, kejujuran, dan jalinan hubungan dengan pelanggan menjadi faktor kunci bagi bengkel untuk menjangkau pasar di luar daerah produksinya.
Copyrights © 2026