Distribusi listrik antarprovinsi di Indonesia memiliki perbedaan yang cukup besar, sehingga diperlukan analisis untuk melihat keterkaitannya dengan kondisi pembangkitan listrik di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kapasitas pembangkit dan produksi listrik terhadap distribusi listrik antarprovinsi di Indonesia tahun 2024 menggunakan metode Principal Component Regression (PCR). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup 34 provinsi. Distribusi listrik digunakan sebagai variabel respons, sedangkan kapasitas pembangkit dan produksi listrik digunakan sebagai variabel prediktor. Analisis dilakukan melalui pemeriksaan korelasi dan multikolinearitas, pembentukan Principal Component Analysis (PCA), pemilihan komponen berdasarkan beberapa kriteria, kemudian dilanjutkan dengan regresi menggunakan komponen utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas pembangkit dan produksi listrik memiliki hubungan yang kuat dengan distribusi listrik. Berdasarkan validasi silang Leave-One-Out Cross-Validation (LOOCV), dua komponen utama dipertahankan dalam model PCR. Kedua komponen tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan dengan distribusi listrik. Model juga memiliki kemampuan prediksi yang lebih baik dibandingkan model nol. Namun, hasil pengujian asumsi menunjukkan adanya heteroskedastisitas dan beberapa provinsi teridentifikasi sebagai observasi yang berpengaruh. Karena seluruh komponen utama tetap digunakan, PCR dalam penelitian ini secara numerik setara dengan regresi linear berganda, sehingga manfaat utamanya lebih terlihat dalam menangani multikolinearitas dan menggambarkan struktur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi listrik tidak hanya berkaitan dengan kapasitas dan produksi listrik lokal, tetapi juga perlu mempertimbangkan keterhubungan jaringan listrik antarwilayah.
Copyrights © 2026