Penyelidikan ilmiah ini dilatarbelakangi oleh simplifikasi pembukuan beban produksi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang berimplikasi pada inakurasi penentuan harga pokok produksi (HPP) dalam merefleksikan agregat pengeluaran riil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme perhitungan biaya manufaktur pada entitas UMKM Mie Ayam “Miyam GPG” Gedangan Sidoarjo, merekonstruksi formulasi harga pokok produksi melalui pendekatan penyerapan penuh (full costing), serta menganalisis divergensi kalkulatif antara sistem internal entitas usaha dan metode standar tersebut. Pendekatan kualitatif berjenis studi kasus diimplementasikan dalam riset ini, dengan teknik pengumpulan data bersumber dari pengamatan empiris atas rantai pengolahan produk, wawancara mendalam bersama pemilik serta tenaga kerja operasional, dan eksaminasi dokumen pencatatan finansial. Analisis data diselenggarakan melalui kerangka interaktif Miles dan Huberman yang mengintegrasikan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa kalkulasi mandiri oleh pihak UMKM belum mengakumulasikan seluruh unsur pembiayaan secara komprehensif, khususnya pos kompensasi tenaga kerja langsung dan beban overhead pabrikasi. Berdasarkan pengaplikasian metode full costing, total beban manufaktur selama satu periode bulanan tercatat sebesar Rp27.380.000 atas volume keluaran 2.540 porsi, menghasilkan HPP senilai Rp10.780 per porsi. Mengacu pada penetapan harga jual komersial sebesar Rp12.000 per porsi, teridentifikasi margin nominal sejumlah Rp1.220 per porsi. Secara konklusif, metodologi full costing menyajikan kalkulasi harga pokok yang lebih holistik dan representatif, sekaligus menjadi instrumen evaluatif yang fundamental bagi manajemen entitas dalam merumuskan kebijakan harga jual dan mengoptimalkan pengendalian biaya produksi.
Copyrights © 2026