Sampah botol plastik menjadi salah satu persoalan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya menekankan pengurangan limbah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Di Desa Tiganderket, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, program bank sampah yang telah diinisiasi pemerintah menjadi dasar untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah melalui pendekatan ekoteologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan nilai ekoteologi melalui pemanfaatan botol plastik menjadi produk bernilai guna serta penyampaian pesan kepedulian lingkungan melalui video edukatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi pengumpulan dan pemilahan botol plastik, perancangan serta pembuatan produk, dan pembuatan video edukasi mengenai pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa botol plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan nilai kepedulian ekologis. Penerapan ekoteologi memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam. Kegiatan ini dapat mendukung keberlanjutan program bank sampah melalui pemanfaatan sampah secara kreatif dan penguatan pesan ekologis berbasis media digital.
Copyrights © 2026