Kotak penyimpanan dingin yang menggunakan teknologi termoelektrik adalah solusi pendinginan yang ramah lingkungan, tidak memerlukan penggunaan refrigeran konvensional, dan mudah dibawa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh variasi beban pendinginan terhadap kinerja alat pendingin termoelektrik jenis TEC1-12715 dengan ketebalan dinding isolasi yang telah ditentukan dalam proses pendinginan buah apel Manalagi (Malus sylvestris). Metode penelitian yang dipakai adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua variabel, yaitu beban pendinginan (1 kg, 2 kg, dan 3 kg) serta durasi pendinginan (20, 40, dan 60 menit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diperhatikan meliputi suhu udara di luar dan di dalam kotak, suhu pusat buah, tegangan, arus, daya listrik, panas udara (Qu), panas sensibel pada buah (Qb), panas konduksi dinding (Qk), panas respirasi pada buah (Qres), total panas (Qc), serta nilai Coefficient of Performance (COP). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa beban pendinginan dan lama waktu memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai COP (p < 0,05), di mana nilai COP meningkat sejalan dengan penambahan beban massa. Nilai tertinggi dicapai pada beban 3 kg dengan durasi 20 menit yang mencapai 0,236, sementara daya listrik sistem cenderung tetap pada 89,88 W. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pendingin termoelektrik TEC1-12715 memiliki efisiensi tinggi saat beban pendinginan besar dan memiliki potensi sebagai solusi pendinginan portabel yang efisien energi dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026