Pendahuluan: Penurunan berat badan atau gagal tumbuh pada balita sering dikhawatirkan berdampak buruk pada perkembangan otak, namun tubuh manusia memiliki mekanisme adaptasi fisiologis yang dikenal sebagai Efek Penghematan Otak (Brain Sparing Effect). Mekanisme ini memprioritaskan distribusi nutrisi ke otak ketika terjadi defisit energi akut, sehingga pertumbuhan lingkar kepala diharapkan tetap terjaga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan longitudinal (time series) selama tiga bulan (Oktober–Desember) pada Posyandu Mekarsari dan Mekarsari A. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 99 balita (86 gizi baik, 13 penurunan berat badan) yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan pertumbuhan (delta) lingkar kepala. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Efek Penghematan Otak dengan membandingkan laju pertumbuhan lingkar kepala antara balita dengan status penurunan berat badan dan gizi baik. Hasil: Pertumbuhan rata-rata lingkar kepala pada kelompok yang mengalami penurunan berat badan tercatat sebesar 0,92 cm, sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok yang gizi baik sebesar 0,79 cm, dengan tren pertumbuhan yang stabil pada kedua kelompok. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam laju pertumbuhan lingkar kepala antara kedua kelompok (p=0,845). Rekomendasi: Fenomena Efek Perlindungan Otak (Brain Sparing Effect) dikonfirmasi pada responden penelitian ini, di mana laju pertumbuhan lingkar kepala tetap stabil meskipun terjadi resistensi terhadap penambahan berat badan pada fase akut.
Copyrights © 2026