Distraksi digital akibat penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan nyata yang memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa Generasi Z di era digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas strategi belajar mahasiswa di tengah distraksi digital dan budaya serba instan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 101 mahasiswa aktif Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas melalui Item-Rest Correlation dan reliabilitas dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,757. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh nilai mean berada pada rentang 3,09 hingga 3,86. Strategi paling dominan yang diterapkan mahasiswa adalah menjauhkan ponsel atau mematikan koneksi internet saat membutuhkan fokus mendalam (mean = 3,86), disertai penerapan teknik Pomodoro dan evaluasi efektivitas belajar (mean = 3,49). Gangguan notifikasi media sosial masih menjadi sumber distraksi utama (mean = 3,71), sementara indikator pemahaman konsep (mean = 3,29) dan retensi materi (mean = 3,14) menunjukkan nilai yang relatif lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik melalui penerapan strategi self-regulated learning, namun kualitas pembelajaran mendalam masih perlu ditingkatkan melalui penguatan literasi digital dan program manajemen perhatian di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026