Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pola Kerja Fleksibel dan Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Wanita di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan wanita yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Analisis data menggunakan SPSS versi 32 yang meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel serta memenuhi asumsi klasik. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa Pola Kerja Fleksibel berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dengan nilai t hitung sebesar 5,356 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Work Life Balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dengan nilai t hitung sebesar 3,698 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa Pola Kerja Fleksibel dan Work Life Balance secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dengan nilai F hitung sebesar 41,924 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,464, yang berarti 46,4% variasi Kepuasan Kerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan 53,6% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, semakin baik Pola Kerja Fleksibel dan Work Life Balance, semakin tinggi Kepuasan Kerja.
Copyrights © 2026