Aplikasi web merupakan sasaran utama serangan SQL Injection (SQLi) dan Brute Force, sementara Intrusion Detection System (IDS) dan Web Application Firewall (WAF) berbasis tanda tangan terbatas dalam menghadapi serangan tersamar maupun serangan zero-day. Tinjauan Literatur Sistematis ini disusun mengikuti protokol PRISMA 2020 dan kerangka PICOC untuk memetakan tantangan penerapan, metode deteksi yang dominan, serta membandingkan metrik performa IDS dan WAF terhadap SQLi dan Brute Force. Pencarian pada tujuh basis data untuk publikasi 2021–2025, dengan penyaringan oleh dua penelaah independen dan penilaian kualitas lima butir, menghasilkan 14 studi primer yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil tinjauan mengindikasikan bahwa perbandingan performa kedua sistem secara langsung rentan terhadap bias karena perbedaan lapisan operasional, unit analisis, dan dataset evaluasi. IDS berbasis Deep Learning hibrida melaporkan akurasi biner 99,84%–99,98% pada dataset arus jaringan yang hampir tidak memuat muatan SQLi, sedangkan WAF berbasis Machine Learning melaporkan akurasi 89,34%–97,57% pada muatan HTTP, dan pendekatan AI generatif memblokir 99% serangan SQLi yang sebelumnya lolos dengan 23 aturan tambahan. Penelitian ini mengusulkan kerangka normalisasi perbandingan berbasis strata, analisis base rate, dan daftar periksa pelaporan minimum delapan butir, serta menyimpulkan bahwa IDS dan WAF bersifat komplementer, bukan substitutif.
Copyrights © 2026