p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Info Kripto
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Algoritma AES dan SPECK: Enkripsi, Dekripsi, Efisiensi Penyimpanan, dan Uji NIST Ahmad Muflih Izfatara; Rahadian Ronggo Kusumo; Zamir Achmad Sachio; Achmad Fatih Binasrillah; Ni Putu Aishwara Kusumaningtyas Sudana Putri; Rio Nelson Caesar Simorangkir; Hermawan Setiawan; Moch Radhit Julian Randito
Info Kripto Vol 20 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v20i2.158

Abstract

Penelitian ini membandingkan kinerja AES-128 berstruktur Substitution-Permutation Network (SPN) dan cipher ringan SPECK64/128 berstruktur Add-Rotate-Xor (ARX) yang diimplementasikan dalam bahasa C murni tanpa akselerasi perangkat keras pada mode Counter (CTR). Pengujian dilakukan pada lima ukuran data (500 KB hingga 10 MB) dengan sepuluh kali pengulangan untuk mengukur waktu eksekusi, throughput, dan ukuran berkas keluaran. AES-128 diukur pada implementasi naif dan implementasi teroptimasi berbasis xtime yang menghasilkan ciphertext yang identik. Keacakan ciphertext dievaluasi menggunakan NIST SP 800-22 Rev. 1a pada 20 berkas dari sepuluh kategori plaintext (55 baris × 1.000.000 bit, α = 0,01, 15 subtes). SPECK64/128 mencapai throughput enkripsi rata-rata 510,95 MB/s, sedangkan AES-128 teroptimasi 60,67 MB/s dan AES-128 naif 7,48 MB/s. Selisih 8,4 kali antara SPECK64/128 dan AES-128 teroptimasi mencerminkan perbedaan arsitektur, sedangkan selisih 8,1 kali antara kedua implementasi AES mencerminkan kualitas implementasi. Kedua algoritma tidak menyebabkan ekspansi ukuran berkas. Uji NIST mencatat 5 dan 4 baris gagal dari masing-masing 1.880 baris, tidak berbeda nyata dari nilai harapannya (P = 0,373 dan 0,616) maupun antar-algoritma (uji eksak Fisher, P = 1,000), sehingga seluruh berkas dan kategori subtes lulus; kelulusan ini merupakan syarat perlu, bukan syarat cukup, bagi keamanan.
Analisis Komparatif Penggunaan IDS dan WAF Terhadap Serangan SQL Injection dan Brute Force: Tinjauan Literatur Sistematis Hermawan Setiawan; Ahmad Muflih Izfatara; Rahadian Ronggo Kusumo; Zamir Achmad Sachio; Moch Radhit Julian Randito
Info Kripto Vol 20 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v20i2.159

Abstract

Aplikasi web merupakan sasaran utama serangan SQL Injection (SQLi) dan Brute Force, sementara Intrusion Detection System (IDS) dan Web Application Firewall (WAF) berbasis tanda tangan terbatas dalam menghadapi serangan tersamar maupun serangan zero-day. Tinjauan Literatur Sistematis ini disusun mengikuti protokol PRISMA 2020 dan kerangka PICOC untuk memetakan tantangan penerapan, metode deteksi yang dominan, serta membandingkan metrik performa IDS dan WAF terhadap SQLi dan Brute Force. Pencarian pada tujuh basis data untuk publikasi 2021–2025, dengan penyaringan oleh dua penelaah independen dan penilaian kualitas lima butir, menghasilkan 14 studi primer yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil tinjauan mengindikasikan bahwa perbandingan performa kedua sistem secara langsung rentan terhadap bias karena perbedaan lapisan operasional, unit analisis, dan dataset evaluasi. IDS berbasis Deep Learning hibrida melaporkan akurasi biner 99,84%–99,98% pada dataset arus jaringan yang hampir tidak memuat muatan SQLi, sedangkan WAF berbasis Machine Learning melaporkan akurasi 89,34%–97,57% pada muatan HTTP, dan pendekatan AI generatif memblokir 99% serangan SQLi yang sebelumnya lolos dengan 23 aturan tambahan. Penelitian ini mengusulkan kerangka normalisasi perbandingan berbasis strata, analisis base rate, dan daftar periksa pelaporan minimum delapan butir, serta menyimpulkan bahwa IDS dan WAF bersifat komplementer, bukan substitutif.