Target percepatan transisi kendaraan listrik (EV) di Indonesia (Perpres No. 55/2019) menuntut emiten otomotif menggelontorkan CAPEX dan investasi aset tak berwujud dalam skala besar, sementara arus kas masuknya belum tentu sejalan waktu kondisi yang berpotensi memicu financial distress. Penelitian ini menguji pengaruh CAPEX dan aset tak berwujud terhadap financial distress, dengan leverage sebagai moderator, pada 12 emiten otomotif roda empat di BEI (2019–2025, 84 observasi panel). Menggunakan Fixed Effect Model (dipilih via Uji Chow-Hausman) dengan White cross-section robust standard errors, hasilnya hanya leverage yang terbukti signifikan berpengaruh negatif terhadap financial distress (koefisien = -0,671; p = 0,025) sementara CAPEX, aset tak berwujud, dan efek moderasinya tidak signifikan. Artinya, kenaikan utang memperburuk kondisi keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas keuangan emiten otomotif di era transisi EV lebih ditentukan oleh pengelolaan struktur modal dibanding skala investasinya, sehingga manajemen perlu menahan utang di titik aman selama arus kas investasi belum stabil.
Copyrights © 2026