Suatu industri furnitur knock-down di Kabupaten Malang dengan strategi produksi 100% Make to Order (MTO) memiliki bauran ekspor 60%. Namun, ekspor industri furnitur mengalami penurunan sejak 2021, mengindikasikan permasalahan daya saing pada aspek teknologi (mesin). Produksi melibatkan workstation laminasi, potong, boring, edging, serta pengemasan. Adapun nilai downtime tertinggi pada 2023 terjadi pada workstation potong, yaitu 47,39 jam. Selain itu, angka rework ≤ 0,75% pada workstation potong belum tercapai sepanjang 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Overall Equipment Effectiveness (OEE) beserta Machinery Failure Mode and Effect Analysis (MFMEA) di workstation potong. Diperoleh hasil bahwa mesin panel saw B-3 memiliki efektivitas terendah yaitu 64,94%. Dengan nilai reduced speed losses sebesar 31,88%, analisis MFMEA menunjukkan terdapat delapan komponen mesin dengan Risk Priority Number (RPN) di atas ambang kritis (111,45). Mean Time to Failure (MTTF) sebesar 75,776,25 menit dan 36.958,78 menit masing-masing digunakan untuk rekomendasi preventive maintenance pada saw carriage dan pneumatic system.
Copyrights © 2026