Fenomena schooling without learning menjadi salah satu persoalan serius dalam sistem pendidikan Indonesia, ditandai dengan tingginya angka partisipasi sekolah yang tidak sejalan dengan capaian pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak schooling without learning terhadap kualitas pembelajaran siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa survei daring melalui Google Form kepada siswa dan studi literatur dari berbagai sumber relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pemahaman materi, motivasi belajar, kualitas proses pembelajaran, sistem evaluasi dan penilaian, serta fokus pembelajaran bermakna di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pemahaman dan penguasaan materi serta motivasi dan minat belajar siswa berada pada kategori tinggi, demikian pula kualitas proses pembelajaran. Namun, sistem evaluasi dan penilaian menunjukkan skor paling rendah, yang mengindikasikan lemahnya fungsi evaluasi sebagai alat pengendali mutu pembelajaran. Selain itu, fokus pembelajaran bermakna belum menjadi prioritas utama dalam praktik pembelajaran di sekolah. Temuan ini memperkaya kajian pendidikan terkait fenomena schooling without learning serta menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Copyrights © 2026