Tempat-tempat tradisional yang dulunya menjunjung tinggi adat istiadat setempat seringkali mengalami perubahan ruang dan pola permukiman akibat pariwisata. Dikenal sebagai desa tradisional Sasak dengan arsitektur Bale Tani tradisionalnya yang unik, Desa Sade di Lombok Tengah merupakan contoh utama fenomena ini. Studi ini mengkaji bagaimana tata letak Bale Tani telah berubah akibat alih fungsi lahan untuk meningkatkan pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bentuk asli tata letak Bale Tani, menganalisis perubahan fungsi spasialnya, dan menganalisis dampaknya terhadap budaya lokal dan arsitektur tradisional. Wawancara mendalam dengan anggota masyarakat dan tokoh adat, dokumentasi, dan observasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam studi kualitatif deskriptif ini. Temuan studi menunjukkan bagaimana alih fungsi lahan memengaruhi fungsi spasial Bale Tani. Misalnya, permukiman berubah menjadi destinasi wisata meskipun bentuk arsitektur eksternalnya sebagian besar masih dipertahankan. Meskipun pergeseran ini menunjukkan bagaimana penduduk Desa Sade telah beradaptasi dengan pertumbuhan industri pariwisata, hal ini juga menimbulkan kesulitan dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal dan keaslian bangunan tradisional.
Copyrights © 2026