Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Museum Astronomi dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri di Makassar Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Said, Ratriana; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i1a3

Abstract

Abstrak_Perancangan museum astronomi dengan pendekatan arsitektur biomimikri di Makassar bertujuan untuk menyediakan sarana wisata edukasi untuk mewadahi minat dan keingintahuan masyarakat tentang ilmu astronomi terkhusus di kota Makassar. Prinsip perancagan Museum Astronomi memperhatikan alam sekitar sehingga dapat menyesuaikan dengan alam tempat bangunan akan dibangun. Pada perancangan ini akan berfokus pada penerapan arsitektur biomimikri dengan menggunakan fasad kinetik yang dapat diatur menggunakan konfigurasi dari komputer.Kata Kunci: Museum; Astronomi; Perancangan, Gedung, Biomimikri. Abstract_The design of the Astronomy Museum with the Biomimicry Architecture design in Makassar offers a means of educational education to accommodate the interests and curiosity of the public about astronomy in particular in the City of Makassar. The Museum of Astronomy Design needs to pay attention to the natural surroundings so that it can adjust to nature where the building will be built. In this design, biomimicry architecture planning will be approved using a kinetic facade that can be set using a computer configuration.Keywords: Museum, Astronomy, Design, Building, Biomimicry.
OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI GEDUNG PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS: GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR) Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Nurul Jamala B; Asniawaty
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 10 No 2 (2023): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v10i2a4

Abstract

This research aims to optimize natural lighting in the Alauddin Makassar State Islamic University Library building by enhancing the distribution of natural light. The study employs a quantitative method involving direct measurement of natural lighting using a lux meter on-site and the dissemination of questionnaires among library visitors. Field measurement data is processed using MS Office Excel to assess the lighting conditions. Additionally, the application of Autodesk Ecotect with the Desktop Radiance plugin is utilized to simulate field measurement outcomes. To optimize natural lighting, simulations are conducted using six different models of light shelves. The simulation results indicate that employing a light shelf positioned centrally with an external angled surface proves most effective in maximizing natural light entry into the building. On the second floor, a centrally positioned light shelf with a 15° angle on each outer window opening yields the highest R2 value of 0.94. Meanwhile, on the third floor, using a centrally positioned light shelf with a 30° angle on the north side and 15° on the south side of the window achieves the highest R2 value of 0.85.
Pengabdian Masyarakat dalam Inovasi Konstruksi: Pelatihan dan Implementasi Spreader Beam dari Limbah Tiang Pancang Saragi, Alexander Adrian; Anwar, Fahri; Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Romadin, Achmad; Stevani, Margaret
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i3.72372

Abstract

Abstrak. Industri konstruksi di Indonesia menghadapi tantangan dalam hal efisiensi waktu, biaya, dan pengelolaan material, terutama dalam proses pengangkatan beton pracetak (precast). Salah satu masalah yang sering muncul adalah keretakan pada beton saat proses pengangkatan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian alat angkat. Dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat di PT. Gelora Konstruksi dengan mengembangkan penggunaan limbah potongan tiang pancang baja (steel pipe piles) sebagai alternatif spreader beam untuk proses lifting beton pracetak. Pemanfaatan material bekas ini bertujuan untuk mengurangi biaya, mempercepat waktu fabrikasi, serta menjaga kualitas konstruksi dengan mengurangi potensi keretakan pada beton. Melalui analisis teknis menggunakan perangkat lunak SAP2000, spreader beam yang terbuat dari limbah potongan tiang pancang dinyatakan aman dengan stress ratio <1. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan material limbah ini menghemat waktu fabrikasi dari 10 hari menjadi hanya 3 hari, serta mengurangi biaya pengadaan material baru. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan praktik konstruksi ramah lingkungan. Kata Kunci: Spreader Beam, Steel Pipe Pile, Efisiensi, Inovasi, Konstruksi
Pelatihan Komunikasi Efektif sebagai Peningkatan Kompetensi Soft Skills Siswa SMKN 4 Gowa. Haristo Rahman, Muhammad; Mahjubuh Shiber, Nahridzah; Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Adrian Saragi, Alexander; Nurfadhilah, Ulfaizah Sahril
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 03 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v3i1.6936

Abstract

Kemampuan komunikasi yang efektif merupakan salah satu soft skills penting yang dibutuhkan dalam dunia kerja, terutama bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk terjun langsung ke industri. Berdasarkan hasil pengamatan di SMKN 4 Gowa, ditemukan bahwa banyak siswa yang masih pasif dalam proses pembelajaran, kurang aktif dalam berdiskusi, serta memiliki keterampilan komunikasi yang rendah. Hal ini dapat berdampak pada kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). Oleh karena itu, dilakukan pelatihan komunikasi efektif menggunakan metode experiential learning yang terdiri dari ceramah, diskusi kelompok, video presentasi, dan latihan simulasi komunikasi di dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, interaksi dalam pembelajaran, serta kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi siswa, baik dalam menyampaikan pendapat, bekerja dalam tim, maupun berbicara di depan umum. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan komunikasi berbasis praktik langsung dapat meningkatkan kompetensi soft skills siswa SMK secara signifikan. Untuk hasil yang lebih optimal, disarankan agar pelatihan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran dan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih mendalam.
Optimalisasi Ventilasi Udara pada Gedung Futsal Komersial di Makassar Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Tenriola, Raeny; Asnur, Moeh. Kay Muddin; Helmy, Ahnaf Riyandirga Ariyansyah Putra
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 1 (2025): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i1a3

Abstract

Indoor air quality plays a vital role in ensuring comfort and maintaining the health of users in enclosed sports facilities, such as indoor futsal courts. Proper air circulation significantly contributes to thermal comfort and reduces health risks associated with inadequate ventilation. However, this aspect is often neglected in the design of such buildings. This study aims to: (1) analyze the performance of air circulation in indoor futsal buildings, (2) assess indoor air quality, and (3) develop a design model that optimizes airflow using computational simulation. The research methodology included field surveys and direct measurements of building and ventilation opening dimensions, air velocity, temperature, and concentrations of CO and CO₂. Simulations were performed by adding new inlets and outlets equal in area to the existing ones but repositioned strategically—additional inlets were placed at 6.70 meters above the floor, and outlets were located 1 meter above the floor. The third simulation scenario showed a significant improvement in airflow speed at the central part of the building, ranging between 0.7 m/s and 1.5 m/s. By increasing the total inlet area to 271.32 m² and the total outlet area to 171.6 m², with incoming airflow speeds of 2.7 m/s, a more effective and evenly distributed indoor air circulation was achieved. These findings confirm that modifying the placement and sizing of natural ventilation elements can substantially enhance airflow performance in indoor futsal facilities. The proposed design model contributes meaningfully to architectural practices aimed at creating healthier sports facilities that effectively respond to passive ventilation requirements and may serve as a reference for the design of similar buildings in tropical climate regions.
Pola Perilaku Singgah Pejalan Kaki pada Ruang Intervensi Lorong Hang Jebat di Kawasan Heritage Melaka Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Rambulangi, Dhino Saputra; Nabila, Nabila
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.24588

Abstract

Kawasan heritage Melaka tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga membentuk ruang hidup yang aktif berinteraksi dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Penelitian ini menyoroti pola perilaku singgah pejalan kaki pada Lorong Hang Jebat, sebuah ruang transisi yang menghubungkan Jonker Street dengan tepian Sungai Melaka. Meskipun lorong ini sederhana, kehadiran elemen seperti mural, batu bertulisan, serta aktivitas spontan pengamen jalanan menjadikannya lebih dari sekadar jalur lintasan. Ruang ini berfungsi sebagai titik jeda, ruang sosial, sekaligus bagian dari pengalaman berkunjung ke kawasan heritage. Melalui metode observasi lapangan dan analisis spasial, penelitian menemukan bahwa keputusan pejalan kaki untuk berhenti tidak hanya dipicu oleh faktor praktis seperti tempat duduk, teduhan, maupun aksesibilitas, tetapi juga oleh kualitas atmosfer ruang. Narasi sejarah, nilai estetika, serta rasa keterhubungan emosional dengan lingkungan sekitar turut menjadi alasan penting. Hasil kajian menegaskan bahwa ruang transisi berskala kecil dapat memperkaya pengalaman pedestrian apabila menghadirkan kenyamanan, estetika, dan identitas lokal. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi strategi perancangan ruang publik, terutama di kawasan heritage, agar tidak hanya menekankan aspek fungsional, tetapi juga bersifat kontekstual, peka budaya, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Resapan Air melalui Biopori di Rumah Tipe 36 Rizqiyah, Umara Hasmarani; Marsa, Ivan Fachrul; Taufik, Yusaumi Ramadhanti Fitri; Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Afiah, Indah Nur
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): (Article on Progress)
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.558

Abstract

Waterlogging in subsidized housing areas often occurs due to low soil infiltration capacity, increasing rainfall intensity, and limited environmental drainage systems. This community service activity aims to implement biopore technology as a simple solution to improve rainwater infiltration in a Type 36 house at Bumi Findaria Mas 2 Housing, Moncongloe, South Sulawesi. The method included community outreach and the direct application of biopore technology through the construction of five infiltration holes using 4-inch diameter pipes. The implementation stages consisted of hole excavation, pipe installation, and filling the holes with organic materials as infiltration media. The results show that the installation of five biopore units increased soil water absorption and has the potential to reduce waterlogging in residential areas. The outputs of this activity include the installation of biopores and increased community understanding of environmental management and the use of organic waste as infiltration media. This technology has the potential to be applied sustainably in dense housing areas.