Abstrak: Artikel ini mengkaji upaya bela negara dalam perang informasi melawan hoaks vaksinasi yang melibatkan tenaga medis di era digital. Penyebaran informasi palsu tentang vaksin yang dipercepat oleh teknologi dan media sosial melemahkan kepercayaan publik, meningkatkan keraguan terhadap program imunisasi, dan mengancam ketahanan nasional di bidang kesehatan dan informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya hoaks vaksinasi terhadap ketahanan nasional, menelaah peran strategis tenaga medis dalam edukasi dan literasi digital kesehatan, serta mengkaji kontribusi kebijakan dan penegakan hukum pemerintah dalam pengendalian informasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kelembagaan, dan artikel ilmiah terkait hoaks vaksinasi, bela negara, dan literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga medis menjadi garda terdepan melalui diseminasi informasi berbasis bukti, promosi kesehatan lintas platform digital, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sedangkan pemerintah memperkuat perlindungan ruang digital melalui regulasi, sanksi, pemblokiran konten bohong, dan penguatan keamanan siber berlandaskan prinsip keadilan restoratif. Sinergi kedua aktor tersebut menempatkan penanggulangan hoaks vaksinasi sebagai praktik konkret bela negara di era digital.
Copyrights © 2026