ABSTRACT This field-based community service project addresses operational challenges in drip system hydroponic melon cultivation at Graha Ponik Pakisaji, Malang, while responding to the need for practical environmental learning media in partner schools, namely SMPN 2 Malang and SMPN 25 Malang. This study aims to describe the field learning process of Social Studies education students alongside the farm manager, Mr. H (anonymized), document practical dynamics into a guidebook, and evaluate product feasibility based on partner needs. Integrating a descriptive qualitative approach with the 4D Research and Development (R&D) framework (Define, Design, Develop, Disseminate), data gathered through participatory observation, technical measurements, interviews, and documentation were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Student involvement proved to enhance the partner's technical skills in nutrient solution measurement and daily maintenance workflows, while delivering ready-to-use instruments for environmental educators. Formal evaluation by two experts (a material practitioner and a media expert) across 15 indicators covering content, language, presentation, and visual feasibility yielded scores of 92.5% and 90.3% (highly feasible category). This study confirms that transforming empirical field experience with partners yields contextual learning resources, although product application remains limited to initial dissemination and has not undergone formal readability, practicality, or effectiveness testing among end-users. Kegiatan pengabdian berbasis pembelajaran lapangan ini mengatasi hambatan operasional budidaya melon hidroponik drip system di Graha Ponik Pakisaji, Malang, sekaligus merespons kebutuhan media edukasi lingkungan di sekolah mitra, yakni SMPN 2 Malang dan SMPN 25 Malang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran lapangan mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang bersama pengelola lahan, Bapak H (disamarkan), mendokumentasikan dinamika praktis menjadi buku panduan, serta menguji kelayakan produk berdasarkan kebutuhan mitra. Mengintegrasikan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), pengumpulan data berbasis observasi partisipatif, pengukuran teknis, wawancara, dan dokumentasi dianalisis menggunakan prosedur interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keterlibatan mahasiswa terbukti memperkuat keterampilan teknis mitra dalam mengukur larutan nutrisi dan merapikan alur pemeliharaan harian, serta menyediakan instrumen siap pakai bagi guru Adiwiyata. Evaluasi formal oleh dua pakar (praktisi materi dan ahli media) pada 15 indikator kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan visualisasi menghasilkan skor 92,5% dan 90,3% (kategori sangat layak). Kajian ini menegaskan bahwa transformasi pengalaman empiris bersama mitra dapat menghasilkan sumber belajar kontekstual, meski pemanfaatan produk masih terbatas pada diseminasi awal dan belum melalui uji keterbacaan, kepraktisan, maupun efektivitas formal bagi pengguna akhir.
Copyrights © 2026