Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis dan Optimalisasi Potensi Lahan Pertanian Sebagai Kajian Dampak Positif Erupsi Gunungapi Kelud 2014 Syamsul Bachri; Sugeng Utaya; Farizki Dwitri Nurdiansyah; Alif Erfika Nurjanah; Lela Wahyu Ning Tyas; Denny Setia Purnama; Akhmad Amri Adillah
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.414 KB) | DOI: 10.22146/mgi.27738

Abstract

AbstractThe 2014 eruption of Kelud Volcano has brought various effects on the surrounding agriculture. Aside from negative impact, it affected the potentials of agricultural land positively. This research analyzed the optimization of eruption-affected land using several steps. The first step was land suitability analysis with multicriteria assessment and Geographic Information System (GIS) technology. In addition to the physical analysis, Focus Group Discussion (FGD) was performed in the second step to identify the community’s perception of the eruption impact. The research produced land suitability maps consisting of the following classification: S1 (64.74%), S2 (31.51%), and S3 (3.75%). The maps revealed that the majority of the land in Kelud Volcano had the potentials for agricultural development. These findings were supported by the perception of the local community, which argued that they could significantly benefit from the positive impact of the eruption. Abstrak Erupsi gunungapi Kelud pada tahun 2014 membawa dampak yang beragam terhadap kondisi pertanian di sekitarnya. Selain dampak negatif, erupsi gunungapi Kelud membawa dampak positif khususnya pada potensi lahan terdampak yang perlu dioptimalkan. Melalui penelitian ini, kajian optimalisasi potensi lahan terdampak erupsi dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama berupa analisis kesesuaian lahan melalui penilaian multikriteria dan teknologi Sistem Informasi geografis (SIG). Selain kajian fisik, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) merupakan tahapan kedua yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terkait dengan dampak erupsi Gunungapi Kelud. Hasil penelitian menghasilkan peta kesesuaian dengan kelas kesesuaian S1 (64,74%), S2 (31,51%), S3 (3,75%). Berdasarkan hasil pemetaan ini, sebagian besar wilayah Gunungapi Kelud berpotensi untuk pengembangan pertanian. Hal ini didukung dengan persepsi masyarakat kawasan Gunungapi Kelud yang berpendapat bahwa dampak positif erupsi dirasakan secara signifikan.  
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi Syamsul Bachri; Kresno Sastro Bangun Utomo; Sumarmi Sumarmi; Mohammad Naufal Fathoni; Yulius Eka Aldianto
Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.57869

Abstract

Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi. Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada  skala pemetaan 1:250.000. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pemetaan kerawanan longsor di DAS Bendo pada skala semi-detil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimalisasi model artificial neural network menggunakan certainty factor (C-ANN). Peta kerawanan dibangun berdasarkan faktor pengontrol tanah longsor yang berkorelasi positif terhadap kejadian longsor menggunakan Certainty Factor. Sedangkan pemodelan prediksi kerawanan menggunakan model ANN, khususnya arsitektur BPNN (back-propagation neural network). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model C-ANN (7 variabel independen) memiliki nilai AUC (0,916) lebih tinggi daripada model ANN (0,778). Faktor redundansi data, multikolinieritas data, dan proporsi kejadian longsor terhadap cakupan wilayah penelitian mengakibatkan ketidakpastian dalam data variabel independen. Melalui penelitian ini ditemukan hasil bahwa kondisi kerawanan longsor di DAS Bendo masuk kategori tinggi, khususnya pada lereng atas Gunung Ijen, Rante, dan Merapi. Landslide disaster in DAS Bendo is categorized as moderate to highly susceptible. Until today, landslide hazard mapping in DAS Bendo has been carried out with a scale 1:250.000. This study aimed to model landslide susceptibility mapping on a semi-detailed scale. The method used in this research was the integration of the Certainty Factor with Artificial Neural Network models (C-ANN).The development of susceptibility mapping based on factors that positively correlate to landslide events using Certainty Factor. While the susceptibility prediction model using the ANN model, specifically the BPNN (back-propagation neural network) architecture. Modelling results show that the C-ANN model (7 independent variables) has an AUC value (0.916) higher than the ANN model (0.778). Data redundancy factors, multicollinearity of data, and the proportion of landslide events to the study area's coverage resulted in uncertainty in the independent variable data. This research found that the Landslide hazard in the Bendo Watershed is in the high category, especially on the upper slopes of Mount Ijen, Rante, and Merapi.
ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR UNTUK PENATAAN PENGGUNAAN LAHAN Syamsul Bachri
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.434 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5542

Abstract

Abstrak: Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia terutama pada wilayah-wilayah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang kurang stabil. Pemetaan daerah rawan terhadap bencana merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam pengelolaan suatu wilayah di daerah bencana. Pembuatan peta zone rawan longsor dalam penelitian ini merupakan langkah awal dalam rangka penataan penggunaan lahan di Kecamatan Kaligesing. Kombinasi Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Analisis Hierarki Proses (AHP) merupakan teknik yang digunakan dalam pemetaan. Faktor-faktor seperti bentuklahan, tekstur tanah, batuan, relief/lereng, dan penggunaan lahan menjadi faktor pertimbangan dalam penentuan daerah rawan longsor. Hasil dari pemetaan divalidasi dengan distribusi kejadian longsor di daerah penelitian Penataan penggunaan lahan diperoleh dari hasil analisis kombinasi peta daerah rawan longsor dan kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukan lebih dari 40% wilayah Kecamatan Kaligesing merupakan daerah rawan longsordengan kategori sedang, 30.05% merupakan daerah rawan dengan kategori sangat rawan dan hanya 20.78 % dengan kategori kurang rawan. Kemampuan lahan di Kecamatan Kaligesing bervariasi antara kelas II- VIII. Daerah kerawanan tinggi dengan kelas kemampuan lahan Vw, VIIe dan VIIIghanya dapat dipergunakan untuk wilayah hutan, penggembalaan, tempat rekreasi dan tempat hidup satwa liar. Daerah tingkat kerawanan sedang dengan kelas kemampuan III l dan IVw dapat digunakan untuk perkebunan dan pertanian dengan konservasi lahan yang intensif. Daerah kerawanan rendah dengan kelas kemampuan lahan IIw dan IVw dapat digunakan untuk wilyah pertanian dan permukiman dengan syarat-syarat tertentu.Kata kunci : Longsor, SIG, AHP, kemampuan lahan, tata guna lahan, Kaligesing
Landslide Risk Analysis in Kelud Volcano, East Java, Indonesia Syamsul Bachri; Sumarmi Sumarmi; Sugeng Utaya; Listyo Yudha Irawan; Lela Wahyu Ning Tyas; Farizki Dwitri Nurdiansyah; Alif Erfika Nurjanah; Rahmat Wirawan; Akhmad Amri adillah; Denny Setia Purnama
Indonesian Journal of Geography Vol 53, No 3 (2021): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.40909

Abstract

Pandansari village became one of the villages that has frequent landslide events in the period 2009-2015 compared with the surrounding area in Malang regency. The purpose of this study was to determine the level of landslide risk located within an active volcano. To enhance the comprehensive analysis of landslide disasters, we used a risk concept in this study. The landslide risk analysis was based on 3 determinants, namely hazards, community vulnerability, and regional capacity. The data collections were conducted using observation and documentation for landslide hazards and interviews as well as  Focus Group Discussion (FGD) for vulnerability and capacity aspects. The interviewed were applied for community and local government of Pandansari village. The recorded interviews were transcribed and analyzed according to recurrent themes in the answers. Findings from field investigation were then confronted with previous existing concepts of human exposure to natural hazards. Furthermore, the landslide hazard data were analyzed using spatial analysis tools, including GIS scoring, weighting, and overlaying weighted sum. The results showed the level of landslide risk has different values depending on the risk parameter, community vulnerability, and regional capacity. The level of landslide risk was divided into three levels, namely high with an area of 557.71 ha, moderate with 774.49 ha, and low with 1118.77 ha. Each of the risk factors, vulnerability, and capacity, has its characteristics in influencing the landslide risk in Pandansari Village. In relation to landslide disaster management, the risk analysis gives comprehensive input reaching good management practice in Pandansari village. 
VEGETATION SUCCESSION DYNAMICS STUDIES IN MOUNTAIN AREAS AFFECTED ERUPTION API Kelud REMOTE SENSING DATA BASED ON THE YEAR 2013 - 2016 Siti Nurin Nuzulah; Purwanto - -; Syamsul - Bachri
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8434

Abstract

Investigate of this research shows that on January 4th 2014 vegetation density in Impact Eruption Area of Kelud Volcano 10 km has vegetation index value 0,64 – 0,34. On February 17th, 2014 the vegetation succession dynamic happens a decreasing vegetation succession dynamics with vegetation index value between 0,52 – 0,01. In 2014 towards 2015 there was an increase vegetation succession with vegetation index values between 0,87 – 0,1. On wet dry month 2015 towards a decline in vegetation succession dynamics caused by the influence of the dry season with vegetation index values between 0,7 – 0,06. In 2016 there was an increase in wet secondary vegetation succession in the Sumberasri village Ngleggok district is the climax of the process of succession with vegetation index values 0,89. The dynamics of vegetation succession have not run optimally on a five kilometer radius with vegetation index value 0,1 in Sugihwaras village Ngancar District. Perhutani can support of temperature constant at 5 km by planting a plant hard. The kinds of this plant hard is Kaliandra dan Pines that can to plant in coordinate 49 M 0641939 9123036. Constant temperature will support the condition of succession vegetation until in condition before happen an eruption by referral addiction 0,24 vegetation index.Keywords: succession, vegetation, eruption, remote sensing.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Pola Berdasarkan Citra Landsat Multiwaktu dengan Land Change Modeler (LCM) Idrisi Selva 17: Studi Kasus Sub-Das Brantas Hulu Dodik Prasetyo Prasetyo; Syamsul Bachri; Bagus Setiabudi Wiwoho
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.898 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v22i1.379

Abstract

Sebagian besar area Sub-DAS Brantas hulu terletak di wilayah administrasi Kota Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dari tahun 2001 hingga 2011 dan 2015 serta memprediksinya di tahun 2020 dan 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis perubahan penggunaan lahan dari citra landsat 7 ETM+ tahun 2001 dan 2011 untuk memprediksi penggunaan lahan di tahun 2015 yang selanjutnya uji validitas dengan membandingkan peta penggunaan lahan hasil pemodelan dengan peta aktual penggunaan lahan Sub-DAS Brantas Hulu. Perangkat lunak yang digunakan adalah Idrisi Selva 17 dengan instrumen Land Change Modeler (LCM) dengan pemilihan Multi-Layer Perceptron (MLP) yang digunakan untuk mengevaluasi beberapa variabel yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan. Di tahun 2020, didapatkan luas hutan sebesar 8883.19 Ha, luas ladang sebesar 2066.59 Ha, luas sawah sebesar 295.15 Ha, luas pemukiman sebesar 3193,75 Ha, luas tanaman campuran sebesar 5221.73 Ha, dan luas lahan terbuka pada kaldera sebesar 380,96 Ha. Sedangkan di tahun 2025, luas penggunaan lahan berupa hutan sebesar 9134.50 Ha, sedangkan luas penggunaan lahan ladang sebesar 1766,72 Ha, luas sawah sebesar 295,96 Ha, sedangkan luas pemukiman sebesar 3314,97 Ha, luas tanaman campuran sebesar 5147.67 Ha, dan luas lahan terbuka pada kaldera sebesar 380.98 Ha. Faktor pendorong perubahan penggunaan lahan di wilayah penelitian lebih disebabkan oleh jaringan jalan. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v22i12017p032
FLOOD MODELLING OF BADENG RIVER USING HEC-RAS IN SINGOJURUH SUB DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY, EAST JAVA, INDONESIA Syamsul Bachri; Yulius Eka Aldianto; Sumarmi Sumarmi; Kresno Sastro Bangun Utomo; Mohammad Naufal Fathoni
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i1.19211

Abstract

The flood disaster is a severe threat in Indonesia due to the enormous impacts on environmental degradation, social and economic sectors. One flood event due to the overflow is the Badeng River's flooding in 2018 at Singojuruh Subdistrict, Banyuwangi Regency. The flood had a detrimental impact on the local community, especially on agricultural land and residential. Anticipatory steps need to be taken to minimize losses due to flooding in the future. Inundation modelling in this research is purposed to predict flood hazards. Hence it can have appropriate anticipatory steps in the future. The software used to model the inundation in this study was the HEC-RAS Program. Data needed in this study are river geometry, manning coefficient, and maximum daily rainfall from the year 2010 until 2019. The research e stages in this study consist of (1) Calculation of watershed morphometry, (2) Calculation of average regional rainfall, (3) Calculation of rainfall plan, (4) Rain Data Suitability Test, (5) Calculation of Rain Intensity, (6) Calculation of Flood Discharge Plan, (7) Geometry Modelling, (8) Extraction of Manning Coefficient, and (9) Inundation Simulation. The results of the Gama 1 method's peak discharge plan showed an increase in each return period. The area with the highest level of susceptibility around the Badeng River occurs in Alasmalang Village, Singojuruh Subdistrict. This area has the smallest river storage capacity than other river crossings. Hence it has the most significant potential for flooding.Keywords: inundation modelling, flood, HEC-RAS, Badeng RiverBencana banjir menjadi ancaman serius bagi negara Indonesia karena memberikan dampak yang besar terhadap kerusakan lingkungan, sosial maupun ekonomi. Salah satu kejadiannya adalah banjir yang terjadi akibat luapan sungai Badeng pada tahun 2018 di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Kejadian Banjir tersebut memberikan dampak yang merugikan bagi masyarakat setempat, terutama pada lahan pertanian dan permukiman. Langkah antisipasi perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian akibat bencana banjir di masa mendatang. Pemodelan genangan dalam penelitian ini dibuat bertujuan untuk  memprediksi bahaya banjir, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi yang tepat. Software yang digunakan untuk memodelkan genangan dalam penelitian ini adalah Program HEC-RAS. Data yang dibutuhkan berupa data geometri sungai, koefisien manning dan curah hujan harian maksimum selama periode tahun 2010 sampai 2019. Beberapa tahapan dalam penelitian ini meliputi (1) Perhitungan morfometri DAS, (2) Perhitungan hujan rerata wilayah, (3) Perhitungan curah hujan rencana, (4) Uji Kesesuaian Data Hujan, (5) Perhitungan Intensitas Hujan, (6) Perhitungan Debit banjir rencana, (7) Pemodelan geometri, (8) Ekstraksi angka kekasaran manning, dan (9) Simulasi Genangan. Hasil perhitungan debit puncak rencana metode Gama 1 menunjukkan peningkatan pada setiap periode ulang. Daerah yang mempunyai tingkat kerawanan paling besar adalah areal sekitar Sungai Badeng yang berada di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh. Daerah ini memiliki kapasitas tampung sungai yang paling kecil daripada penampang sungai yang lainnya, sehingga memiliki potensi terjadinya banjir paling besar. Kata kunci: pemodelan genangan, banjir, HEC-RAS, Sungai Badeng
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMAN 5 Pamekasan Desy Triana Dewi Harizah; Sumarmi Sumarmi; Syamsul Bachri
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 8, No 2 (2022): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v8i2.13020

Abstract

This research aims to describe the effect of the Project-Based Learning model on geography learning outcomes. This quasi-experimental research used pre-test and post-test. The researcher chose class XI IPS 2 by applying a project-based learning model and XI IPS 3 was treated using a conventional method. Collecting data used essay questions and documentation. The data obtained were analyzed using the gain score. Furthermore, to determine whether there was an effect of the project-based learning model or not, the researcher used the t-test. The results obtained were as follows; the average post-test for the control class was 76.81 and the post-test average for the experimental class was 84.48. While the gain score for the control class was 39.98 and the experimental class was 59.96. It can be concluded that the application of the project-based learning model is effective in improving student learning outcomes.  
Spatial and Ecological Approach on Marble Mining Land in Tulungagung Regency-Indonesia: Is it Suitable as an Assessment of Disaster Mitigation Efforts? Nur Isroatul Khusna; Sumarmi Sumarmi; Syamsul Bachri; I Komang Astina; Nevy Farista Aristin
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 1 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.72627

Abstract

Indonesia has a karst region abundant in high-quality marble mining products but is also prone to disasters. Over the years, this area has experienced numerous natural disasters, thereby leading to the need for a land suitability assessment. This is a descriptive qualitative and quantitative research with data collected from field observations, laboratory tests, interviews, and documents. Four places in the center and adjacent areas of marble producers were selected for the research sample. The data collected were analyzed using the spatial and ecological approach, fishbone, tabulation, percentage, and SWOT analysis. The result showed that numerous land mismatches contribute to the occurrence of natural catastrophes, such as improper vegetation kinds, population settlement patterns, excessive exploitation, and unfriendly human activities. This study recommends a variety of measures to improve the mining area.
Media Video Blogging pada Microlearning Materi Mitigasi Bencana Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i1.59677

Abstract

Penelitian ini didasari atas materi mitigasi bencana yang perlu pemahaman nyata, namun ditemukan kendala berupa keterbatasan ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media vlog (video blogging) pada microlearning materi mitigasi bencana. Penelitian dilakukan dengan inovasi teknologi dan microlearning berupa vlog. Media seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter siswa. Pengembangan dilakukan dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari siswa-siswi pada kelas XI IPS 4 dan satu guru Geografi. Metode pengumpulan data dengan angket. Analisis data dilakukan pada hasil validasi berupa kritik serta saran dengan angket terbuka dan data tanggapan oleh guru dan siswa dengan angket semi terbuka sebagai bentuk data kualitatif dan kuantitatif. Validasi memperoleh rekomendasi “sangat layak” oleh ahli media dan “layak dengan revisi kecil” oleh ahli materi dan dilakukan revisi. Tanggapan pada tahap implementasi diperoleh skor rata-rata 89% oleh siswa dan 95% oleh guru yang keduanya termasuk dalam kualifikasi “sangat baik” atau sesuai dengan kebutuhan, yang mana media dapat menjadi alat bantu pembelajaran dan acuan penelitian lanjutan terkait kekurangan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan tools tambahan sebagai wadah untuk peserta didik jika ingin mempelajari materi yang lebih dalam.
Co-Authors A. Riyan Rahman Hakiki A.Riyan Rahman Hakiki Achmad Taher Afif Ari Wibowo Agung Suprianto Akhmad Amri adillah Akhmad Amri Adillah Alfyananda Kurnia Putra Alif Erfika Nurjanah Alif Erfika Nurjanah Amanda Widyawardana Anggun Faradila Sandi Ardyanto Tanjung Aries Dwi Wahyu Rahmadana Arif Ahmad Widianto Bagus Setiabudi Wiwoho Batchuluun Yembuu Budi Handoyo Budijanto Denny Setia Purnama Denny Setia Purnama Desy Triana Dewi Harizah Desy Triana Dewi Harizah Diah Wijayanti Didik Taryana Diky Al Khalidy Dodik Prasetyo Prasetyo Egi Nursari Billah Ervira Mayasari Esthi Wahyu Utami Falik Wardana Farizki Dwitri Nurdiansyah Farizki Dwitri Nurdiansyah Fiqih Ainal Farah Furqan Ishak Aksa Gita Nur Indah Sari Hadi Soekamto Haidar Maulana Huang Zimo I Komang Astina Jaduk Arief Susetyo Kresno Sastro Bangun Utomo Kresno Sastro Bangun Utomo Kristanti Lathifah Dewi Humairo Lela Wahyu Ning Tyas Lela Wahyu Ning Tyas Listyo Yudha Irawan Masruroh, Heni Mellinia Regina Heni Prastiwi Mellinia Regina Prastiwi Mohammad Naufal Fathoni Mohammad Naufal Fathoni Muhammad Al dilwan Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo Muhammad Muhajir Nanda Regita Cahyaning Putri Nanda Regita Putri Nanda Regita Putri Naufal Muhammad Hanif Nevy Farista Aristin Nur Isroatul Khusna Nurjannah Nurjannah Partini Partini Purwanto - - Puspita Indra Wardhani Q. Vanti Dian Rachmad Wirawan Rahmadiani Rahmadiani Rahmat Wirawan Rajendra Prasad Shrestha Rendra Arjita Sahrina, Alfi Santya Ulfah Santya Ulfah Sharina Osman Siti Nurin Nuzulah Sugeng Utaya Sumarmi tabita may hidiyah Tasya Khairunisa Tuti Mutia Yulius Eka Aldianto Yulius Eka Aldianto Yuswanti Ariani Wirahayu Zaenudin Ali