Menara Ilmu
Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JULI 2026

Pengaruh Ekstrak Biji Delima (Punica granatum) Terhadap Jumlah Osteoblas Dan Osteoklas Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Pasca Pencabutan Gigi

Edrizal Edrizal (Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah)
Alfina Rahma (Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang)
Yenita Alamsyah (Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang)
Kornialia Kornialia (Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang)



Article Info

Publish Date
29 Jul 2026

Abstract

Pencabutan gigi menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan keras berupa tulang alveolar yang akan mengalami proses penyembuhan melalui mekanisme remodeling tulang. Proses ini melibatkan keseimbangan antara aktivitas sel osteoblas sebagai pembentuk tulang dan osteoklas sebagai sel peresorpsi tulang. Ketidakseimbangan aktivitas kedua sel tersebut dapat menghambat proses penyembuhan pasca pencabutan gigi. Ekstrak biji delima (Punica granatum) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi memengaruhi proses penyembuhan tulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji delima (Punica granatum) terhadap jumlah sel osteoblas dan osteoklas pada tikus putih (Rattus norvegicus) pasca pencabutan gigi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris in vivo dengan desain post-test only control group. Subjek penelitian terdiri dari 24 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak biji delima dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21 pasca pencabutan gigi. Jumlah sel osteoblas dan osteoklas diamati melalui pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut LSD dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kelompok tanpa pemberian ekstrak biji delima mengalami peningkatan jumlah osteoklas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak biji delima secara signifikan menurunkan jumlah osteoklas dan meningkatkan jumlah osteoblas dibanding kelompok K- (p 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji delima (Punica granatum) berpengaruh terhadap jumlah sel osteoblas dan osteoklas pada proses penyembuhan tulang alveolar pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus), namun perbedaan konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20% tidak menunjukkan perbedaan efek yang bermakna.Kata kunci:   Ekstrak biji delima, osteoblas, osteoklas, pencabutan gigi, Rattus norvegicus

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

menarailmu

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Education

Description

MENARA ILMU, Merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang Diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang Eksakta, pendidikan/sosial dan Agama Islam untuk ...