Tingkat pengangguran pemuda masih menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efektivitas program peningkatan kompetensi kerja bagi kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Program Kartu Prakerja terhadap status pekerjaan pemuda di Provinsi Jawa Barat tahun 2023 dengan mempertimbangkan karakteristik individu dan wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2023. Metode analisis yang digunakan adalah Propensity Score Matching (PSM) untuk mengatasi perbedaan karakteristik antara peserta dan nonpeserta program serta mengurangi potensi bias seleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam Program Kartu Prakerja mampu menurunkan probabilitas pengangguran pemuda sebesar 5,1 persen poin. Pengujian keseimbangan kovariat dan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa hasil estimasi memiliki tingkat ketahanan terhadap kemungkinan bias yang tidak teramati. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan peluang kerja pemuda, namun masih diperlukan penguatan kualitas pelatihan dan kesesuaian materi dengan kebutuhan pasar kerja agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.Kata Kunci: kebijakan ketenagakerjaan, status pekerjaan, kelompok usia muda, evaluasi dampak
Copyrights © 2026