ABSTRAK: Ketersediaan benih bersertifikat merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan keinginan usaha agribisnis. Oleh karena itu, diperlukan analisis kelayakan untuk mengetahui potensi pengembangan usaha penangkapran benih padi dan jagung bersertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis serta membandingkan kelayakan usaha penangkaran benih padi dan jagung bersertifikat di PT Agro Zuriat Mandiri Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan data sekunder perusahaan. Analisis kelayakan mencakup aspek teknis, pasar, dan finansial. Aspek teknis dan pasar dianalisis menggunakan Skala Guttman, sedangkan aspek finansial dianalisis menggunakan R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penakaran benih padi dan jagung memenuhi kelayakan aspek teknis dan pasar. Secara finansial, kedua usaha layak dijalankan, dengan R/C Ratio masing-masing sebesar 1,1 dan 1,2. Nilai NPV sebesar Rp660.865.981 pada padi dan Rp818.980.164 pada jagung, sedangkan IRR masing-masing sebesar 70,69% dan 74,68%. Payback Period mencapai 1,3 tahun untuk padi dan 1,25 tahun untuk jagung. Usaha penangkapan benih jagung menunjukkan kinerja finansial yang lebih baik dibandingkan padi.Kata Kunci: Agribisnis, Kelayakan Finansial, Investasi, Studi Komparatif, Pengembangan Usaha
Copyrights © 2026