Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan berbasis kearifan lokal Dodo, Mengetahui pengaruhnya terhadap keberlanjutan usaha, serta mengidentifikasikan faktor penunjang dan penghambat pada Kelompok Tani Nisang Nai di Desa Wae Rii, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai. Dodo merupakan tradisi gotong royong atau kerja sama masyarakat Manggarai dalam mengerjakan lahan pertanian secara bergilir tanpa upah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan keuangan pada Kelompok Tani Nisang Nai masih sangat sederhana dan belum terstruktur secara formal. Sebagian besar anggota belum melakukan perencanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian keuangan secara tertulis karena keterbatasan pengetahuan dan kebiasaan. Namun, penerapan kearifan lokal Dodo memberikan pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha melalui kelancaran produksi dan efisiensi biaya. Dengan sistem kerja bergilir, petani dapat menekan biaya upah tenaga kerja dan memastikan pekerjaan lahan selesai tepat waktu. Faktor pendukung utama dalam praktek Dodo adalah tingginya nilai solidaritas (ase ka’e) dan kepercayaan antar anggota. Sementara itu, faktor penghambatnya mencakup rendahnya literasi keuangan dan kurangnya catatan keuangannya yang lebih modern dan akuntabel. Kata Kunci : Pengelolaan Keuangan, Kearifan Lokal Dodo, Keberlanjutan Usaha, Kelompok Tani
Copyrights © 2026