Masyarakat terasing seperti mualaf Baduy Luar memiliki tantangan berupa kuatnya tradisi adat leluhur serta kerentanan ekonomi, sehingga membutuhkan pendekatan dakwah yang terorganisir dan terintegrasi dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam menejemen dakwah pemberdayaan yang dilakukan oleh KH. Zainuddin Amir pada masyarakat mualaf suku Baduy Luar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Analisis deskriptif dilakukan dengan mengacu pada kerangka manajemen dakwah, teori perumusan strategi dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan dalam dakwah pemberdayaan tersebut meliputi: (1) pemetaan kondisi internal (kapasitas dai dan lembaga dakwah) serta eksternal (kondisi sosial-budaya, potensi ekonomi, tantangan adat pada Baduy Luar dan peluang kemitraan dari pemerintah dan swasta) menjadi basis strategi dakwah pemberdayaan; (2) penerapan strategi dakwah melalui program jangka pendek dan jangka panjang dengan mengoptimalkan kekuatan internal (kapasitas da’i dan jaringan Muhammadiyah) serta peluang eksternal (potensi rasional sasaran, historisitas baduy dan dukungan pemerintah) untuk merespon berbagai tantangan khususnya tradisi adat setempat; (3) kegiatan dakwah diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi yang mencakup penumbuhan kemauan berusaha, pemberian pelatihan keterampilan, serta bantuan bibit dan alat melalui kemitraan strategi dengan pemerintah daerah dan perusahaan swasta.
Copyrights © 2026