Penelitian ini mengkaji tentang pertahanan budaya desa adat tenganan di era globalisasi yang masih menjaga tradisi leluhur dengan baik. Pertahanan Budaya menjadi penting dilakukan di era globalisasi ini untuk mempertahankan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Indonesia. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui strategi Masyarakat desa adat tenganan dalam mempertahankan kebudayaan bali age dalam era globalisasi, Tradisi Desa Adat Tenganan yang masih terjaga, Peran Masyarakat dalam pelestarian dan pengelolaan desa adat tenganan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengamatan, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak Desa Tenganan mempunyai dua strategi dalam mempertahankan budaya bali age yaitu awig-awig (Undang-Undang) dan Perkawinan Endogami. Masyarakat tradisional Bali Aga di Desa Tenganan masih sangat menjunjung tinggi Tradisi dari leluhur yang dilaksanakan secara turun temurun. Masyarakat dan pemerintah Desa Tenganan menjunjung tinggi Ajaran Tri Hita Karana yang merupakan salah satu ajaran dalam agama Hindu termasuk dalam pengelolaan kawasan dan lingkugannya.
Copyrights © 2026