Perkembangan teknologi digital yang pesat menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, menuntut guru untuk adaptif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) dan frekuensi akses platform pembelajaran digital terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 207 Jakarta. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini. Sampel berjumlah 105 siswa yang dipilih melalui purposive sampling dari tiga kelas yang menggunakan model pembelajaran terintegrasi teknologi selama satu tahun pelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket terstruktur, dan dokumentasi nilai ujian siswa. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 untuk uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) intensitas penggunaan IFP berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA (β = 0,521; t = 8,317; p < 0,001); (2) frekuensi akses platform digital berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (β = 0,449; t = 7,189; p < 0,001); (3) kedua variabel secara simultan menjelaskan 71,7% variansi hasil belajar IPA (R² = 0,717; F = 129,78; p < 0,001). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa integrasi IFP dan platform digital yang berlandaskan pedagogis secara substansial meningkatkan keterlibatan siswa, kedisiplinan pengumpulan tugas, dan prestasi akademik dalam pembelajaran IPA.
Copyrights © 2026