Diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan dan keterlibatan aktif pasien dalam melakukan pengelolaan mandiri. Rendahnya kepatuhan dalam pencatatan kadar glukosa, pemantauan aktivitas kesehatan, dan pengelolaan pola hidup menjadi tantangan dalam pengendalian diabetes. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi M-Diabet Care berbasis mobile health menggunakan metode Agile Scrum serta mengevaluasi pengaruh penggunaannya terhadap keterlibatan pasien dalam pemantauan diabetes. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan Agile Scrum yang meliputi product backlog, sprint planning, sprint development, sprint review, dan sprint retrospective. Pengujian aplikasi dilakukan menggunakan black-box testing untuk mengevaluasi fungsionalitas sistem dan System Usability Scale (SUS) untuk mengukur tingkat usability. Evaluasi keterlibatan pasien dilakukan menggunakan desain one-group pre-test–post-test terhadap 8 responden dengan analisis paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama aplikasi berhasil berjalan sesuai kebutuhan dengan tingkat keberhasilan pengujian fungsional sebesar 100%. Evaluasi usability memperoleh skor SUS sebesar 78,44, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang baik. Selain itu, skor keterlibatan pasien meningkat dari 37,75 pada pre-test menjadi 46,13 pada post-test dengan peningkatan sebesar 22,2%, serta menunjukkan perbedaan yang signifikan berdasarkan uji paired sample t-test (p<0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agile Scrum dapat mendukung pengembangan aplikasi kesehatan digital yang adaptif dan berorientasi pengguna, serta M-Diabet Care berpotensi meningkatkan keterlibatan pasien dalam pemantauan diabetes secara mandiri.
Copyrights © 2026