Artikel ini mengkaji kerelawanan perempuan dalam ekosistem Tanggung Jawab Sosial Korporasi (CSR) sebagai praktik kewarganegaraan partisipatif yang dimediasi oleh media digital di wilayah terpencil. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz terhadap enam Relawan Dharma Wanita Tzu Chi Cabang Sinar Mas yang mendampingi suami di wilayah perkebunan di Sumatra, dan Kalimantan. Analisis dilakukan dengan merekonstruksi because motive dan in-order-to motive setiap informan serta membandingkan pola pengalaman dan pemaknaan antarinforman. Temuan menunjukkan bahwa publikasi digital tidak semata-mata dimaknai sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi sebagai bagian dari keterlibatan sosial yang memungkinkan relawan menghadirkan pengalaman komunitas ke ruang publik yang lebih luas, membangun keterhubungan sosial, dan memperluas perhatian terhadap persoalan masyarakat. Dari pola hubungan antara pengalaman biografis, motif, dan orientasi tindakan, penelitian mengonstruksikan tiga tipifikasi pengalaman, yaitu Pejuang, Pembelajar, dan Panggilan Hati. Ketiganya bukan jenis atau model kewarganegaraan, melainkan variasi pemaknaan relawan terhadap keterlibatan mereka dalam praktik kewarganegaraan partisipatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem CSR dapat menyediakan ruang institusional bagi keterlibatan sosial warga, sementara media digital menjadi medium yang memperluas visibilitas pengalaman komunitas. Kontribusi penelitian terletak pada perluasan medan empiris kajian kewarganegaraan partisipatif di Indonesia melalui pengalaman perempuan dalam kerelawanan, CSR, dan publikasi digital di wilayah terpencil.
Copyrights © 2025