Pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan strategi potensial dalam menjawab tantangan kemandirian kesehatan dan penguatan ekonomi rumah tangga di area perkotaan. Meskipun memiliki potensi nilai tambah ekonomi yang tinggi, masyarakat di Kelurahan Pondok Bahar masih menghadapi keterbatasan dalam aspek teknik budidaya lahan sempit, inovasi pengolahan produk, hingga strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi pemberdayaan berbasis TOGA guna meningkatkan kemandirian kesehatan sekaligus menciptakan peluang kewirausahaan herbal yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) yang melibatkan kelompok PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih, serta Karang Taruna melalui tahapan sosialisasi, pelatihan urban farming, hilirisasi produk (HerbaNomics), dan pendampingan pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan partisipan (>80%) dalam budidaya dan pengolahan TOGA serta terbentuknya unit usaha herbal komunitas yang memproduksi minuman rempah, teh herbal, dan produk higienitas. Program ini berhasil menciptakan efisiensi pengeluaran kesehatan keluarga sebesar 20–30% dan membuka peluang peningkatan pendapatan warga. Keberhasilan ini menekankan pentingnya sinergi kelembagaan lokal dan integrasi rantai nilai dari hulu hingga hilir sebagai model pemberdayaan ekonomi perkotaan berkelanjutan.
Copyrights © 2026