Banjir rob merupakan bencana yang sering terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang, dengan tingkat kerawanan mencapai 40,18% wilayah rawan dan 30,02% sangat rawan. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya sektor perikanan di Desa Asemdoyong yang mencatat hasil tangkapan sebesar 14.814 ton pada tahun 2023, tetapi juga memengaruhi proses pendidikan. Anak-anak sebagai kelompok rentan memerlukan literasi kebencanaan sejak dini sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2007 dan UU No. 23 Tahun 2002. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan siswa SD Negeri 4 Asemdoyong melalui media interaktif berupa poster edukasi mitigasi berbasis ekosistem mangrove. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 dengan melibatkan 50 siswa kelas V melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pembelajaran interaktif, dan post-test. Hasil ini menegaskan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai banjir rob dan peran mangrove sebagai pelindung alami pesisir. Program juga meningkatkan kesiapan guru untuk mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam pembelajaran. Disarankan adanya penguatan materi, uji retensi jangka menengah, replikasi di sekolah pesisir lain, serta integrasi edukasi mangrove dalam kurikulum muatan lokal.
Copyrights © 2026