Kecemasan preoperasi dapat memengaruhi kesiapan psikologis dan respons fisiologis pasien menjelang pembedahan. Pra-survei di Rumah Sakit Islam Purwokerto menunjukkan sekitar 60β70% pasien preoperasi terindikasi mengalami kecemasan, sementara penanganan nonfarmakologis masih terbatas pada edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan aromaterapi peppermint dan menggambarkan perubahan kecemasan pasien preoperasi. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Meiβ5 Juni 2026 di ruang rawat inap dengan melibatkan 30 pasien berusia 17β45 tahun yang mengalami kecemasan sedang. Kecemasan diukur menggunakan Visual Analogue Scale for Anxiety sebelum dan lima menit setelah inhalasi aromaterapi peppermint selama 3β5 menit. Sebelum kegiatan, seluruh peserta berada pada kategori kecemasan sedang. Setelah kegiatan, 12 peserta (40,0%) berpindah ke kategori ringan dan 18 peserta (60,0%) tetap pada kategori sedang; 15 dari 18 peserta tersebut mengalami penurunan skor meskipun belum berpindah kategori. Program dapat dilaksanakan dalam alur pelayanan preoperasi dengan skrining keamanan dan pemantauan kenyamanan. Perubahan yang ditemukan merupakan capaian deskriptif setelah kegiatan dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat karena tidak terdapat kelompok pembanding serta sebagian peserta menerima relaksasi napas dalam sebagai alternatif.
Copyrights © 2026