Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran karena mendukung kemampuan peserta didik dalam menghasilkan ide, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 185 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif yang mencakup lima indikator, yaitu fluency, flexibility, originality, elaboration, dan curiosity. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian di dapatkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori cukup kreatif dengan rata-rata nilai sebesar 79,50. Berdasarkan distribusi kategori, sebanyak 4,32% peserta didik tergolong sangat kreatif, 35,68% kreatif, 37,30% cukup kreatif, dan 22,70% tidak kreatif. Berdasarkan indikator, curiosity memperoleh rata-rata tertinggi yaitu 91,14 dengan kategori sangat kreatif, diikuti fluency sebesar 83,17 dengan kategori kreatif. Sementara itu, flexibility (77,59), originality (73,50), dan elaboration (72,54) berada pada kategori cukup kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa ingin tahu peserta didik berkembang sangat baik, namun kemampuan mengembangkan dan menghasilkan ide yang beragam masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang mendorong kreativitas peserta didik.
Copyrights © 2026