Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan karakter bangsa, di mana keberhasilannya ditentukan oleh dinamika pembelajaran di ruang kelas. Dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, variabel kompetensi guru dan strategi pembelajaran memegang peranan sentral sebagai fasilitator utama yang berhubungan langsung dengan motivasi belajar siswa. Di SMP Integral Hidayatullah Depok, yang menerapkan sistem pendidikan berbasis kurikulum integral (perpaduan Kurikulum Nasional dan nilai-nilai kepesantrenan/tauhid), ekspektasi terhadap peran guru serta strategi pembelajaran menjadi sangat kompleks. Meskipun demikian, observasi lapangan menunjukkan adanya fenomena fluktuasi motivasi belajar siswa, ketimpangan penguasaan kompetensi guru, serta cenderung dominannya strategi pembelajaran yang monoton di tengah tingginya beban aktivitas santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi guru dan strategi pembelajaran, baik secara parsial maupun simultan, terhadap motivasi belajar siswa di SMP Integral Hidayatullah Depok. Variabel kompetensi guru (X1) dikaji berdasarkan lima dimensi kompetensi menurut Spencer and Spencer, yaitu motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan. Variabel strategi pembelajaran (X2) dikaji berdasarkan konsep 5P Strategy dari Henry Mintzberg, yaitu plan, ploy, pattern, position, dan perspective. Adapun variabel motivasi belajar (Y) dikaji berdasarkan teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa (B = -0,022; t = -0,251; Sig. = 0,803), strategi pembelajaran juga tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa (B = 0,117; t = 1,142; Sig. = 0,257), dan secara simultan kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa (F = 1,108; Sig. = 0,336), dengan kontribusi (R Square) sebesar 0,028 atau 2,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar siswa di SMP Integral Hidayatullah Depok lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar kompetensi guru dan strategi pembelajaran, seperti lingkungan keluarga, kondisi psikologis siswa, dan budaya kepesantrenan yang berasrama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lanjutan yang melibatkan variabel lain yang lebih relevan dengan dinamika motivasi belajar siswa di lingkungan pendidikan integral berbasis tauhid.
Copyrights © 2026