Di era persaingan bisnis yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) merupakan aset paling krusial bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan yang sangat kompetitif. tekanan target penjualan yang tinggi dan jam kerja berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan employee performance terhadap turnover intention, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pengambilan sample jenuh terhadap sebanyak 48 karyawan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan seluruh item pernyataan pada variabel X1,X2, dan Ydinyatakan valid dan reliabel karena memiliki nilai R hitung > R tabel serta nilai Cronchbachâs Alpha > 0,60. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis secara parsial (uji t) menunjukkan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention (t_hitung=9,030; Sig.=0,000) , serta employee performance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention (t_hitung=2,096; Sig.=0,042). Secara simultan (uji F), stres kerja dan employee performance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (F_hitung=41,685; Sig.=0,000) dengan nilai R Square sebesar 64,9%. Kesimpulannya, akumulasi tekanan stres kerja serta tingginya performa kerja secara bersama-sama menjadi stimulan nyata yang meningkatkan keinginan karyawan untuk mengundurkan diri.
Copyrights © 2026